INKUBASI LAYANAN MELALUI PEMBINAAN DESA MODERASI BERAGAMA: MERAJUT PERUBAHAN POSITIF DI LEMBANG KAYUOSING

Main Article Content

Rannu Sanderan
Joni Tapingku
Frans Paillin Rumbi
Rismawati Ta’dung
Norpin Sangapa

Abstract

Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mempromosikan pengembangan masyarakat di Lembang Kayuosing dengan menerapkan empat pilar Moderasi Beragama dalam lanskap sosio-kultural Toraja yang terus berkembang, dipengaruhi oleh agama dan budaya tradisional. Menggunakan Metode Penelitian Tindakan Partisipatif, studi ini dilakukan di Lembang Kayuosing, melibatkan 11 dosen, 6 mahasiswa, 4 pemimpin desa, dan organisasi masyarakat (170 warga). Metodologi melibatkan seminar, kuliah, dan Diskusi Kelompok Fokus. Toraja menghadapi keragaman agama saat menuju identitas yang berbeda melalui prinsip-prinsip Moderasi Beragama. Lembang Kayuosing dapat berfungsi sebagai model perubahan sosial di setiap desa. Fase penelitian melibatkan pemilihan lokasi, survei, koordinasi rencana kolaborasi, dan eksekusi kegiatan dengan pemantauan dan evaluasi. Layanan PkM membimbing masyarakat untuk memberikan prioritas pada prinsip-prinsip Moderasi Beragama, bertindak sebagai platform untuk pengembangan masyarakat di Desa Moderasi Beragama. Keefektifan PkM dikreditkan kepada Direktorat Bimbingan Masyarakat Kristen, Kementerian Agama, yang mendukung Tim Layanan Inkubasi PkM di IAKN Toraja dan Pemerintah Daerah Tana Toraja.


This Community Service (PkM) aims to promote community development in Lembang Kayuosing by applying the four pillars of Religious Moderation within the evolving socio-cultural landscape of Toraja, influenced by religion and traditional culture. Utilizing Participatory Action Research, the study is conducted in Lembang Kayuosing, involving 11 lecturers, 6 students, 4 village leaders, and community organizations (170 residents). The methodology includes seminars, lectures, and Focus Group Discussions. Toraja faces religious diversity as it navigates towards a distinct identity through Religious Moderation principles. Lembang Kayuosing can serve as a model for societal change within each village. The research phases involve site selection, survey, collaboration plan coordination, and activity execution with monitoring and evaluation. The PkM service guides the community to prioritize Religious Moderation principles, acting as a platform for community development in the Religious Moderation Village. The effectiveness of PkM is credited to the Directorate of Christian Guidance, Ministry of Religious Affairs, supporting the PkM Incubation Service Team at IAKN Toraja and Tana Toraja Regional Government.

Article Details

How to Cite
Sanderan, R., Tapingku, J., Paillin, F., Ta’dung, R. ., & Sangapa, N. . (2024). INKUBASI LAYANAN MELALUI PEMBINAAN DESA MODERASI BERAGAMA: MERAJUT PERUBAHAN POSITIF DI LEMBANG KAYUOSING. Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 21-28. https://doi.org/10.34307/bida.v1i1.5
Section
Articles

References

Azra, A. (2019). Revitalisasi Wawasan Kebangsaan Melalui Pendidikan Multikultural. Jurnal Ledalero, 18(2), 183–202.

Banks, J. A., & Banks, C. A. M. (2019). Multicultural Education: Issues and Perspectives (J. W. & Sons (ed.)). New Jersey.

Lenette, C. (2022). Participatory Action Research: Ethics and Decolonization. Oxford University Press.

Lukito, D. L. (2012). Eksklusivisme, Inklusivisme, Pluralisme, Dan Dialog Antar Agama. http://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/267.

Pak, J. H. (2020). Integrating Psychology, Religion, and Culture: The Promise of Qualitative Inquiry.

Rumbi, F. P. (2020). Analisis Perdamaian Dalam Ma’bisara Dengan Menggunakan Teori ABC Dari Johan Galtung. In Teologi Kontekstual & Kearifan Lokal Toraja (hal. 61–82).

Sampe, N., Masuang, P., Lembang, G. B., Sara, R. M., & Toding, K. S. (2021). Continuing the Paul Mission for the Gentiles in the New Era. BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 4(2), 290–302. https://doi.org/10.34307/b.v4i2.319

Sanderan, R. (2020a). INTUISI: Pendalaman Gagasan Hans-George Gadamer Tentang Intuisi Sebagai Supralogika. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 2(2), 114–125. https://doi.org/https://doi.org/10.37364/jireh.v2i2.39

Sanderan, R. (2020b). Heuristika dalam Pendidikan Karakter Manusia Toraja Tradisional. BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 3(2), 306–327. https://doi.org/10.34307/b.v3i2.213

Sanderan, R. (2023). PARADIGMA MISI KRISTEN DALAM ERA PLURAL,?: Memoderasi Dinamika Relasi Agama di antara Spontanitas Kemanusiaan dan Legalistik Transaksional. Melo: Jurnal Studi Agama-agama, 3(1), 39–50. https://melo.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsmelo/article/view/135

Sanderan, R., & et al. (2022). Unnalli Melo’s Theology and Peace Study on the Concept and Reality of Peace in Toraja Culture. Jurnal Jaffray, 20(1), 38–57. https://ojs.sttjaffray.ac.id/JJV71/article/view/641.

Swandaru, D. S. (2022). Memaknai Nilai-Nilai Pancasila Dari Kehidupan Masyarakat Desa. Jurnal Pancasila Dan Bela Negara, 2(2). https://doi.org/https://doi.org/10.31315/jpbn.v2i2.7957.

Taqwa, I., Sallata, D., Rungsa, M., & Kandaure, L. (n.d.). Wawancara Kepala Dusun.

Tim Penyusun Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Tanya Jawab Moderasi Beragama (1 ed.). Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama RI.

Wijaya, H., Lisda, M., Weismann, I. T. J., Tri Supartini, & Tari, E. (2021). Persepsi Mahasiswa Mengenai Beban Tugas Membaca Terhadap Minat Baca Mahasiswa. PEADA’?: Jurnal Pendidikan Kristen, 2(1), 31–55. https://doi.org/10.34307/peada.v2i1.25

Most read articles by the same author(s)