OPTIMALISASI FUNGSI UKS MELALUI EDUKASI DAN SIMULASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA SISWA TINGKAT SMP
Main Article Content
Abstract
Pertolongan pertama merupakan langkah awal yang sangat penting dalam menangani kondisi darurat guna mencegah cedera lebih lanjut, kecacatan, bahkan kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMP IT Dar Al-Ma’arif Pekanbaru mengenai pertolongan pertama melalui pendekatan edukatif dan simulatif. Sebanyak 107 siswa dan beberapa guru terlibat aktif dalam kegiatan ini, dengan materi utama meliputi penanganan pingsan, luka ringan, mimisan, dan tersedak (choking). Edukasi dilakukan melalui penyampaian teori dan praktik langsung, termasuk teknik membalut luka, manuver Heimlich, serta penanganan korban pingsan. Penilaian dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berbasis kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana persentase siswa dengan kategori pengetahuan “Sangat Baik” meningkat dari 0% menjadi 90,65% setelah pelatihan, sementara kategori “Kurang Baik” menurun menjadi 0%. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri dan keterampilan praktis mereka. Edukasi pertolongan pertama diharapkan menjadi program berkelanjutan yang dapat diterapkan secara luas, guna membentuk budaya tanggap darurat sejak usia dini dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan peduli terhadap keselamatan bersama.
First aid is a vital initial emergency response to prevent further injury, disability, or death. This community service initiative aimed to enhance the knowledge and skills of students at SMP IT Dar Al-Ma’arif Pekanbaru regarding first aid through educational and simulation-based approaches. One hundred seven students and several teachers participated in the program, covering key topics such as managing fainting, minor wounds, nosebleeds, and choking. The sessions combined theoretical instruction with hands-on simulations, including wound dressing techniques, the Heimlich maneuver, and procedures for unconscious individuals. Students’ knowledge was assessed using pre-test and post-test questionnaires. The results showed significant improvement, with the percentage of students with “Very Good” knowledge rising from 0% to 90.65% after the training, while the “Poor” category dropped to 0%. This activity improved students’ understanding and preparedness for emergencies in the school environment and boosted their confidence and practical health skills. First aid education is expected to become a sustainable program that can be widely implemented, fostering a culture of early preparedness and contributing to a safer, more responsive school and community environment.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aliftitah, S., & Oktavianisya, N. (2023). Peningkatan pengetahuan melalui pelatihan pertolongan pertama pada cedera di sekolah dengan metode peer teaching. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram, 13(1), 1–9. http://journal.stikesyarsimataram.ac.id/index.php/jik
Arum Sari, N., & Endiyono. (2023). Pengaruh pemberian edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dengan media buku pop up terhadap tingkat pengetahuan anak usia sekolah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 558–563.
Oktaviani, E., Feri, J., & Susmini. (2020). Pelatihan pertolongan pertama kasus kegawatdaruratan di sekolah dengan metode simulasi. JCES (Journal of Character Education Society), 3(2), 403–413.
Ruyani. (2023). Pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK/P3K). Jakarta: Bumi Aksara.
Universitas Muslim Nusantara. (2023). Asistensi mengajar. Diakses pada 22 Januari 2025, dari https://mbkm.unimen.ac.id/asistensi-mengajar/2023
Yoshima Nekada, C. D., & Wiyani, C. (2020). Pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan untuk guru sekolah dasar se-Kecamatan Depok, Sleman, DIY. Jurnal Pengabdian Dharma Bakti, 3(2), 55. https://doi.org/10.35842/jpdb.v3i2.124